Pages

Rabu, 30 Januari 2013

TEKNOLOGI PENGENDALI BERBASIS ANALOG DAN DIGITAL

Assalamu’alaikum wr.wb.
Terima kasih atas kunjungan Anda. Artikel berikut ini diposting sebagai ujian praktik TIK SMP N 1 Sleman tahun ajaran 2012/2013. Semoga bermanfaat J J J J.

Konsep Dasar Analog – Digital

A.              PENGERTIAN TEKNOLOGI BERBASIS ANALOG DAN DIGITAL
1.    Konsep Dasar Analog
Sinyal analog muncul ketika bentuk gelombang fisik seperti akustik atau gelombang cahaya diubah menjadi sinyal elektrik. Analog dapat diartikan sebagai suatu format dari proses komunikasi dengan media elektronik yang proses pengiriman informasinya bergantung pada gelombang elektromagnetik, dan memiliki variabel yang bersifat countinue atau berkelanjutan. Proses pengiriman sinyal dalam teknologi yang berbasis analog disampaikan dalam bentuk gelombang.
Dapat diambil contoh ketika seseorang sedang menelepon, maka proses menyampaikan suara yang merambat dari satu orang ke pendengarnya melalui media telepon tersebut, akan dirambatkan melalui gelombang. Kemudian, ketika media yang digunakan dapat menerima gelombang suara yag dihasilkan oleh pembicara, maka gelombang tersebut akan ditransferkan kembali menjadi getaran suara, sehingga orang yang menerima telepon dapat menangkap apa yang dikatakan oleh lawan bicaranya dari pembicaraan yang tengah berlangsung tersebut.
Contoh alat yang mengandalkan sistem analog antara lain adalah :
         Telepon
         Faksimile
         Interkom
         Remot TV
         Radio  
2.    Konsep Dasar Digital
Sistem digital merupakan bentuk perkembangan dari sistem analog. Sebuah sistem digital menggunakan urutan angka untuk mewakili informasi, dan tidak seperti sinyal analog, sinyal digital bersifat noncontinuous. Secara garis besar, sistem digital memiliki kode dalam bentuk binary, yang besar atau kecil nilainya diukur oleh jumlah bit, atau yag disebut juga dengan bandwidht, karena jumlahnya (bit) akan berpengaruh pada akurasi daripada sistem yang berbasis digital.
Contoh alat yang mengandalkan sistem digital antara lain :
         MP3 Player
         DVD Player
         Kamera digital
         Internet

Sinyal digital, analog, dan tentu saja peralatan yang berkaitan, pada umumya tidak saling kompatibel. Hal ini mengharuskan hubungan antara analog ke digital dan digital ke analog yang membutuhkan proses konversi. Ini akan membatu kita menggunakan peralatan yang berbasis analog dan digital dalam keseluruhan sistem komunikasi.
B.          PERBEDAAN TEKNOLOGI BERBASIS ANALOG DAN DIGITAL
Perbedaan analog dan digital terdapat pada bagaimana penyimpanan data dan bagaimana proses penyebarannya. Dalam penyebarannya, analog disebarkan lewat gelombang elektromagnetik yang kontinu serta banyak dipengaruhi oleh noise atau derau. Sementara teknologi basis digital akan menyederhanakan datanya, sehingga data akan menjadi lebih mudah untuk disebarkan tanpa banyak mendapat pengaruh noise atau derau yag mengganggu kualitas data yang disebarkan.
Contoh yang mudah dapat kita lihat pada media musik yang biasa kita gunakan pada zaman dulu dan dibandingkan dengan media yang kita gunakan sekarang.
 Dulu kita menggunakan kaset dengan pita sebagai media untuk menyimpan musik agar kita dapat memutarnya kembali. Kaset pita merupakan teknologi analog. Lain dengan sekarang dimana kita lebih suka menyimpan musik dan mendengarkannya dari mp3 player, laptop, handphone, ipod, dan lain sebagainya, yang merupakan bentuk teknologi berbasis digital.
Ketika kita ingin menyalin suara yang terdapat pada kaset dengan pita, kualitasnya tentu akan sangat dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari alat perekam yang digunakan, hingga dapat pula dipengaruhi oleh berapa kali kita menggandakan suara yang terdapat pada pita kaset tersebut. Semakin sering kita menggandakan, maka kualitas suara akan semakin buruk pula karena banyak noise yang mempengaruhinya.
Berbeda halnya ketika kita ingin menggandakan data dari media digital, misalnya mp3 player, atau yang lainnya. Seberapa banyaknya kita menggandakan, maka tidak akan menjadi masalah karena sistem digital yang digunakan tidak sensitif terhadap derau. Sehingga hasil penggandaan tetap akan sama kualitasnya dengan data yang asli.

CONTOH PENERAPAN TEKNOLOGI PENGENDALI
BERBASIS ANALOG DAN DIGITAL

A.                    Teknologi Pengendali Berbasis Analog

Cara Kerja Kamera Konvensional (Non Digital)


Kamera adalah alat perekam gambar. Arti dari kamera sebenarnya adalah kamar, maksudnya: kamar gelap, diambil dari bahasa Italia ”camera obscura” yang artinya kamar gelap (dark chamber). Dan memang ruang dalam kamera itu sangat gelap. Sejarah penciptaan kamera sangat panjang dan melibatkan banyak penemuan dan penemu perintis.
Bagian-bagian kamera

Komponen utama kamera adalah:

1. Photographic lens
2. Lens holder
3. Diaphragm
4. Focal plane shutters
5. Photographic film
6. Strap hole
7. Shutter release
8. Film Speed scale
9. Expose counter
10. Viewfinder
11. Flash socket
12. Focus ring
Pada awalnya kamera tidak menggunakan klise (negatif). Artinya citra gambar langsung direkam pada sebuah lempengan. Umumnya lempengan yang digunakan adalah kaca yang sudah dilapisi campuran yang sensitif terhadap cahaya. Campuran pertama yang digunakan adalah kapur dan perak. Tentu saja hasilnya sangat jauh berbeda dengan hasil pemotretan masa kini. Kodak kemudian berhasil menciptakan teknik pemotretan langsung diatas kertas walau masih belum menggunakan klise.
Kini teknik kamera konvensional (juga biasa disebut kamera analog, membedakan dari kamera digital) menggunakan film yang dibuat dari lembar plastik (selulosa) yang dilapisi emulsi garam perak halida yang sangat peka terhadap cahaya. Dan disimpan dalam tabung kedap cahaya.

Cara kerja:
Sewaktu tombol ditekan maka diafragma akan terbuka seketika. Pantulan cahaya dari benda yang ada di depan kamera masuk lewat celah diafragma itu dan menembus hingga lempengan film yang sangat peka cahaya.
Diafragma menutup secara otomatis dan tiba-tiba. Cahaya yang masuk membakar lempengan film. Cahaya terang akan membuat lapisan film terbakar (gosong) sedang cahaya gelap pada dasarnya tidak membakar lapisan. Proses selanjutnya ”CUCI” lembaran film terhadap sisa pembakaran. Hasil dari proses ini adalah : klise / negatif. Pada proses ini "arang sisa pembakaran" terbuang sehingga lapisan film menjadi putih / transparan. Sedang yang tidak terbakar tetap hitam.
Selanjutnya adalah mentransfer film (negatif) ke atas kertas foto (positif) atau "CETAK". Istilah proses ini macam-macam: Calotype/Ambrotyp/Tintype/ Ferrotyping dsb. Proses ini harus dilakukan di ruang gelap, karena adanya cahaya akan mempengaruhi proses trasfer tersebut. Kertas yang digunakan adalah kertas foto khusus yang dilapisi senyawa ferro.
Beda foto hitam putih dan foto berwarna adalah terletak pada film-nya. Film untuk foto hitam putih hanya terdiri satu lapis senyawa garam perak halida. Sedang film berwarna terdiri minimal 3 lapis. Dimana masing-masing lapis terdiri dari campuran (komposisi kimia) yang berbeda.
B.                    Teknologi Pengendali Berbasis Digital

Prinsip dan Cara Kerja Kamera Digital

Kamera digital menggunakan proses elektronik dan menyimpan gambar hasil pemotretan pada sebuah kartu (memory card). Hasil foto bisa dilihat secara langsung secara digital tanpa harus melalui proses pencetakkan terlebih dahulu. Sampai sekarang cara kerja kamera modern masih dikembangkan oleh setiap produsen kamera.
1.     Kamera Saku (Point and Shoot Camera)
Kamera Point and Shoot Camera paling banyak digunakan orang karena mudah pemakaiannya dan relatif murah. Kamera ini dirancang untuk mereka yang kurang menyukai kontrol manual atau kata lain serba otomatis. Kamera ini mempunyai fasilitas yang menarik antara lain :
a.     Optical zoom
Yaitu fasilitas pembesaran gambar yang dilakukan dengan kombinasi reposisi lensa.
b.     Digital zoom
Yaitu failitas pembesaran gambar yang dilakukan secara digital. Proses ini sebenarnya hanya berupa proses crooping dan pembesaran menggunakan software internal kamera. Zoom ini mengakibatkan gambar menjadi kabur (blur).
c.      Resolusi sampai dengan 3,1 mega piksel
Media bidik bisa berupa lensa konvensional. LCD, atau merupakan kombinasi keduanya

2. Kamera Digital SLR (Single Lens Reflex)
Resolusi terendah yang dimiliki kamera digital SLR (Single Lens Reflex) adalah 5,1 megapiksel. Seperti halnya pada kamera SLR analog, kamera digital SLR juga memiliki kualitas gambar terbaik karena menggunakan lensa optik dan sistem kendali manual. Selain kendali yang diberikan secara manual, kamera ini juga memiliki sistem kendali otomatis yang dibantu oleh mikro prosesor yang cukup canggih.
Kamera digital bertipe SLR ini, seperti halnya kamera SLR analog, juga menggunakan lensa yang bisa dilepas dan diganti dengan lensa berdiameter lebih besar atau lebih kecil sesuai kebutuhan. Selain itu, penempatan tombol dan fungsi dasar kedua kamera digital ini tidak banyak berbeda. Komponen dasar kamera ini bisa dilihat pada gambar. Ada 2 hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan kamera digital SLR, yaitu lensa dan blitz.
KOMPONEN KAMERA:
a.                      LENSA
Lensa adalah media penyaring pertama pada saat kita memindai gambar untuk disimpan. Karena itu pengetahuan dasar tentang lensa kamera digital sangat perlu. Lensa kamera saat ini didiesain menggunakan komputer untuk meningkatkan akurasi. Untuk menambah ketajaman lensa, pada lensa ini dilapisi cairan kimia tertentu.
Berikut ini beberapa jenis lensa yang digunakan pada kamera digital SLR:
1)    Lensa Standar
2)    Lensa Wide Angle (sudut Lebar)
3)    Lensa Tele
4)    Lensa Zoom
5)    Lensa Makro
b.                     PEMBIDIK KAMERA
Perangkat pembidik kamera adalah jendela kecil untuk melihat komposisi gambar yang akan dipotret untuk melihat komposisi gambar yang akan dipotret. Satu hal yang penting dalam perangkat pembidik ini, yaitu akurasi. Setiap jenis perangkat pembidik mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pada kamera digital, ada tiga jenis perangkat pembidik yaitu :
1)    Pembidik Optik Paralel
2)    Pembidik LCD (Liquid Crystal Display)
3)     Pembidik Optik TTI
Dalam Media Penyimpanan Foto, Kamera analog (kamera biasa) menggunakan lensa untuk mentransfer hasil foto ke dalam negative film dari cahaya yang ditangkap.Negative film ini merupakan media penyimpannya, dan sangat sensitif terhadap cahaya. Sedangkan pada kamera digital perekam gambar menggunakan sensor CCD(Charge Coupled Device) atau CMOS (Complemetary Metal Oxidane Silicon) yang kemudian hasilnya direkam dalam format digital ke dalam media penyimpanan digital semacam Compact Flash, Secure Digital, Memory Stick, dsb. Karena hasil disimpan dalam format digital akan memudahkan untuk ditransfer ke pengolah foto digital semacam komputer, untuk keperluan editing berupa perubahan pada warna, ketajaman, kecerahan dan latar belakang objek.

Cara Kerja Kamera Digital
Pada saat kita menekan tombol shutter, maka di dalam kamera terjadi tahapan-tahapan untuk memproses gambar.
Berikut adalah gambaran tentang proses tersebut :
1.            Lensa menangkap gambar, lalu diteruskan ke bagian panel penangkap gambar. Penangkap gambar atau biasa disebut sensor yang berfungsi sebagai view finder, mengirimkan gambar ke LCD. Sementara pada kamera DSLR, gambar juga dilewatkan ke cermin pantul yang merefleksikan gambar ke jendela intip (eye finder)
2.            Gambar yang ditangkap oleh lensa, dilewatkan pada filter warna yang kemudian akan ditangkap oleh sensor gambar. Jarak antara lensa dan sensor ini dikenal dengan istilah focal length, jarak ini pula yang akan menjadi faktor penggali pada lensa.
3.            Tugas Sensor adalah merubah sinyal analog (gambar yang ditangkap oleh lensa) menjadi sinyal listrik. Pada Sensor ini terdapat jutaan titik sensor yang dikenal dengan pixel. Jadi istilah pixel atau megapixel pada kamera digital sebenarnya mengacu pada jumlah titik pada sensor ini. Semakin banyak titik sensornya, maka akan semakin halus dan semakin tinggi resolusi gambar yang dihasilkan.
4.            Gambar yang ditangkap oleh sensor diteruskan ke bagian pemrosesan gambar yang tugasnya memproses semua data dari sensor menjadi data digital berupa file format gambar, serta melakukan proses kompresi sesuai format gambar yang dipilih (RAW, JPEG dan sebagainya). Di bagian ini selain chipset yang berperan, software (firmware) dari kamera yang bersangkutan juga menentukan hasil akhir gambar. Kedua bagian inilah yang akan menentukan karakter dari kamera digital tersebut. Itulah sebabnya, setiap merek kamera memiliki software dan chipset sendiri-sendiri pada kamera mereka.
5.            Proses yang terakhir adalah mengirimkan hasil file gambar dalam format yangdipilih ke bagian penyimpanan (storage) atau memory card. Biasanya, memory card berupa SD, CF dan sebagainya.
Tahapan selanjutnya adalah proses yang dilakukan di luar kamera. Namun pada kamera digital moderen, masih menyediakan opsi pencetakan langsung yang disebut PictBridge, ExifPrint dan sebagainya.

SUMBER :
Sekian artikel yang dapat saya posting J .
Wassalamu’alaikum wr.wb.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More